Prinsip Dasar Aspek Distribusi dalam Ekonomi Islam: Rekonstruksi Filosofis Berbasis Maqashid al-Shari'ah dan Formulasi Kebijakan Kontemporer

  • Nurul Muslim Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Syukri Iska Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Keywords: Economic Justice, Islamic Economics, Islamic Fiscal Policy, Maqashid al-Shari’ah, Wealth Distribution, Distribusi Kekayaan, Ekonomi Islam, Keadilan Ekonomi, Kebijakan Fiskal Syariah

Abstract

This article aims to reconstruct the fundamental principles of distribution in Islamic economics through the maqashid al-shariah approach and examine their relevance in a contemporary policy context, particularly in Indonesia. Employing a qualitative research method with a critical literature review design, the article analyzes normative sources (the Quran and Sunnah), classical to contemporary Islamic economic thought, and global inequality data. The findings identify three philosophical pillars that form a coherent Islamic distribution paradigm: first, the Trusteeship Theory of Ownership, which rejects absolute individual rights and establishes intrinsic social responsibility; second, Multi-Dimensional Distributive Justice, which is preventive, corrective, and participatory; third, Institutionalized Social Solidarity, which positions the state as an active guarantor. These three pillars are organically integrated with the objectives of Shariah (maqashid), particularly the preservation of wealth (hifz al-mal) and life (hifz al-nafs). The article further formulates a strategic implementation framework for Indonesia, including proposals for integrating zakat as a tax credit, strengthening Islamic inclusive finance, and optimizing productive waqf. It is concluded that the Islamic distribution paradigm offers a holistic and humanistic alternative to the failures of the dominant economic system, with significant potential to contribute to reducing structural inequality if implemented through creative socio-economic ijtihad and coordinated policies

 

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi prinsip-prinsip dasar distribusi dalam ekonomi Islam melalui pendekatan maqashid al-shariah dan menguji relevansinya dalam konteks kebijakan kontemporer, khususnya di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi literatur kritis, artikel ini menganalisis sumber normatif (Al-Quran dan Sunnah), pemikiran ekonomi Islam klasik hingga kontemporer, serta data empiris ketimpangan global. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pilar filosofis yang membentuk paradigma distribusi Islam yang koheren: pertama, Teori Kepemilikan Amanah yang menolak hak mutlak individu dan menetapkan tanggung jawab sosial intrinsik; kedua, Keadilan Distributif Multi-Dimensi yang bersifat preventif, korektif, dan partisipatif; ketiga, Solidaritas Sosial Terlembagakan yang menempatkan negara sebagai penjamin aktif. Ketiga pilar ini terintegrasi secara organik dengan tujuan syariah (maqashid), khususnya penjagaan harta (hifz al-mal) dan jiwa (hifz al-nafs). Artikel ini selanjutnya merumuskan kerangka implementasi strategis di Indonesia, termasuk proposal integrasi zakat sebagai kredit pajak, penguatan keuangan inklusif syariah, dan optimalisasi wakaf produktif. Disimpulkan bahwa paradigma distribusi Islam menawarkan alternatif yang holistik dan humanis terhadap kegagalan sistem ekonomi dominan, dengan potensi signifikan untuk berkontribusi pada pengurangan ketimpangan struktural jika diimplementasikan melalui ijtihad sosio-ekonomi yang kreatif dan kebijakan yang terkoordinasi.

References

Al-Ghazali, A. H. (2011). Ihya' ulum al-din (Jilid 2). Dar al-Marifah.

Al-Mawardi, A. H. (2015). Al-ahkam al-sultaniyyah. Dar al-Hadith.

Badan Amil Zakat Nasional. (2023). Outlook zakat Indonesia 2023. BAZNAS.

Badan Pusat Statistik. (2023). Gini ratio September 2023 [Siaran Pers]. https://www.bps.go.id

Badan Wakaf Indonesia. (2023). Statistik wakaf Indonesia 2023. BWI.

Bank Dunia. (2023). Laporan perkembangan dunia 2023: Keuangan untuk pemulihan yang setara. World Bank Group.

Beik, I. S., & Arsyianti, L. D. (2020). Ekonomi pembangunan syariah: Pendekatan teoretis dan empiris. Rajawali Pers.

Chapra, M. U. (2016). Islam and the economic challenge. Islamic Foundation.

Ibn Taimiyah, A. (2004). Al-hisbah fi al-Islam. Dar al-Salam.

Ismail, A. G. (2019). Maqashid al-shari'ah dalam ekonomi dan keuangan Islam. Rajawali Pers.

Kahf, M. (2018). The Islamic economy: Analytical study of the functioning of the Islamic economic system. Islamic Research and Training Institute.

Karim, A. A. (2018). Sejarah pemikiran ekonomi Islam (Edisi Ketiga). Rajawali Pers.

Locke, J. (1988). Two treatises of government. Cambridge University Press. (Karya asli diterbitkan 1690).

Oxfam International. (2024). Inequality Inc.: How corporate power divides our world and the need for a new era of public action [Laporan Kebijakan]. https://www.oxfam.org

Qardhawi, Y. (2017). Peran nilai dan moral dalam perekonomian Islam. Robbani Press.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 159.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 115.

Siddiqi, M. N. (2020). Teaching economics in Islamic perspective. Islamic Research and Training Institute.

World Inequality Lab. (2022). World inequality report 2022. World Inequality Database

Published
2026-01-31